Lengkap! Ini Daftar Penguasa 11 Sektor Bursa Saham RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Sepanjang tahun 2023 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 6,16%. Kenaikan IHSG berlanjut pada awal tahun 2024. IHSG berhasil mengejar rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High pada penutupan perdagangan kemarin Kamis (5/1/2023) di level 7.359,76. Sebelumnya IHSG sempat menyentuh level tertinggi pada penutupan perdagangan 15 September 2022 di level 7.305,60, dengan level tertinggi intraday 7.377,49.

Kenaikan IHSG tentunya didorong oleh kenaikan saham-saham yang ada di masing-masing sektor. Namun, biasanya masing-masing sektor memiliki pemimpin kapitalisasi pasar di tiap sektor di bursa saham Indonesia.

Berikut pemimpin kapitalisasi pasar di sektor bursa saham Indonesia :

1. Sektor Barang Baku

Dari sektor barang baku, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) memiliki kegiatan bisnis sebagai pemasok produk petrokimia ke berbagai industri manufaktur Indonesia. Perusahaan memproduksi produk dan resin termasuk Monomer, Polyethylene, dan Polypropylene. Chandra Asri termasuk dalam kelompok perusahaan yang dimiliki oleh Barito Pacific.

TPIA tercatat memiliki market cap sebesar Rp508,26 triliun dengan jumlah saham beredar 86,51 miliar. Harga saham TPIA berada di Rp5.875 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

2. Sektor Barang Konsumen Non Primer

Dari sektor barang konsumen non primer, PT MD Pictures Tbk (FILM) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. MD Pictures Tbk adalah Rumah Produksi yang telah berhasil memproduksi beragam film layar lebar berkualitas di Indonesia. Karya-karya sukses yang sempat mencapai angka penonton tertinggi antara lain Ayat-Ayat Cinta, Surga Yang Tak Dirindukan, Habibie & Ainun, Danur, Rudy Habibie dan masih banyak lagi.

FILM tercatat memiliki market cap sebesar Rp41,37 triliun dengan jumlah saham beredar 9,51 miliar. Harga saham FILM berada di Rp4.350 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

3. Sektor Energi

Dari sektor energi, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Bayan Resources Tbk (BYAN) adalah produsen batu bara di Indonesia yang berlokasi di kalimantan timur dan selatan. Perusahaan ini memproduksi batubara mulai dari batu bara kokas semi lunak hingga batu bara sulfur ramah lingkungan, batu bara sub-bituminous. Perusahaan ini didukung oleh anak perusahaannya yang bergerak di bidang batubara.

BYAN tercatat memiliki market cap sebesar Rp663,33 triliun dengan jumlah saham beredar 3,33 miliar. Harga saham BYAN berada di Rp19.990 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

4. Sektor Keuangan

Dari sektor keuangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA) bergerak dalam bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya. BCA beroperasi sebagai bank umum. Perusahaan mulai beroperasi di perbankan sejak tanggal 12 Oktober 1956.

BBCA tercatat memiliki market cap sebesar Rp1.177,28 triliun dengan jumlah saham beredar 123,28 miliar. Harga saham BBCA berada di Rp9.550 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

5. Sektor Kesehatan

Dari sektor kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF) bergerak di bidang pengembangan, pembuatan dan perdagangan sediaan farmasi termasuk obat-obatan dan produk kesehatan konsumen. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1966.

KLBF tercatat memiliki market cap sebesar Rp74,77 triliun dengan jumlah saham beredar 46,88 miliar. Harga saham KLBF berada di Rp1.595 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

6. Sektor Perindustrian

Dari sektor perindustrian, PT Astra International Tbk (ASII) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Astra International Tbk (ASII) didirikan pada tahun 1957 sebagai perusahaan dagang. Perusahaan ini memiliki enam lini bisnis yakni otomotif, jasa keuangan, llat berat, pertambangan & energi, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur dan logistik. Perusahaan ini didukung oleh anak perusahaannya yang bergerak di bidang perakitan dan distribusi mobil, sepeda motor dan suku cadang terkait, penjualan alat berat dan persewaan, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.

ASII tercatat memiliki market cap sebesar Rp228,73 triliun dengan jumlah saham beredar 40,48 miliar. Harga saham ASII berada di Rp5.650 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

7. Sektor Infrastruktur

Dari sektor infrastruktur, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merupakan perusahaan induk sekaligus bagian dari Grup Barito Pacific. Perusahaan ini berfokus pada strategi jangka panjang untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan emisi yang lebih rendah. Perusahaan ini memulai operasinya melalui anak perusahaannya, Star Energy Geothermal Group, sebuah produsen energi panas bumi. Perusahaan kini memiliki tiga aset panas bumi di Jawa Barat dengan kapasitas 886 MW, yang merupakan 38% pangsa pasar energi panas bumi di Indonesia.

BREN tercatat memiliki market cap sebesar Rp1.000,05 triliun dengan jumlah saham beredar 133,79 miliar. Harga saham BREN berada di Rp7.475 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

8. Sektor Barang Konsumen Primer

Dari sektor barang konsumen primer, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) adalah perusahaan Fast Moving Consumer Goods yang didirikan pada tanggal 5 Desember 1933. Perusahaan ini melakukan IPO pada tahun 1981 dan tercatat di bursa pada tahun 1982. Saat ini, memiliki 44 merek, 9 pabrik, dan 1000 saham. menjaga unit dipasarkan melalui 800 jaringan distributor. Beberapa merek yang sudah dikenal masyarakat antara lain Vaseline, Pepsodent, Lifebuoy, Rinso, dan Royco.

UNVR tercatat memiliki market cap sebesar Rp135,05 triliun dengan jumlah saham beredar 38,15 miliar. Harga saham UNVR berada di Rp3.540 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

9. Sektor Properti

Dari sektor properti, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) bergerak dalam bidang pengembangan real estat, penyewaan dan pengelolaan pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, perumahan dan jasa perawatan, pembersihan dan pengelolaan.Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1975. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki dan mengelola pusat perbelanjaan Pondok Indah I dan II, Wisma Pondok Indah I, II, dan III, Apartemen Golf Pondok Indah I, II dan III, proyek perumahan real estat Pondok Indah, Garden Shangril La di Batam dan Perhotelan di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

MKPI tercatat memiliki market cap sebesar Rp26,03 triliun dengan jumlah saham beredar 948,19 juta. Harga saham MKPI berada di Rp27.450 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

10. Sektor Teknologi

Dari sektor teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang layanan digital, dengan 14 anak perusahaan di Indonesia dan beberapa negara lainnya. Perusahaan menyediakan layanan transportasi on-demand (Gojek), e-commerce (Tokopedia), dan layanan keuangan (GoTo Financial). Perusahaan ini didirikan pada tanggal 15 Desember 2015 sebagai PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, tetapi perusahaan mengakuisisi PT Tokopedia pada tahun 2021, dan bersama-sama mereka menjadi GoTo. Saat ini, ada 55 juta pengguna yang menggunakan layanan yang disediakan oleh GoTo.

GOTO tercatat memiliki market cap sebesar Rp104,52 triliun dengan jumlah saham beredar 1,2 triliun. Harga saham GOTO berada di Rp87 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024).

11. Sektor Transportasi dan Logistik

Dari sektor transportasi dan logistik, PT Temas Tbk (TMAS) menjadi pemimpin kapitalisasi pasar sektor ini.

PT. Temas Tbk (TMAS) dahulu dikenal dengan PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau yang dikenal sebagai Temas Line bergerak dalam bidang transportasi domestik dan internasional, terutama untuk mengangkut penumpang, kargo dan hewan melalui kapal, bertindak sebagai agen dalam bisnis pelayaran dan terlibat dalam pembelian dan penjualan kapal. dan peralatan terkait. Kapal Perusahaan hanya beroperasi di laut dalam negeri. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1988.

TMAS tercatat memiliki market cap sebesar Rp9,81 triliun dengan jumlah saham beredar 57,05 miliar. Harga saham TMAS berada di Rp172 per lembar saham hingga perdagangan sesi I Jumat (5/1/2024). https://ceretemas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*