Presiden Minta Bansos Lanjut Dan Diawasi

Daya Belinya Terjaga, Perekonomian Moncer

Presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan pengarahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo (kiri) menyampaikan pengarahan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka – Presiden Jokowi memastikan Pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan sosial atau bansos bagi masyarakat yang membutuhkan sampai Juni 2024. Bansos dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga perekonomian tetap stabil dan tumbuh positif.

Kepastian kelanjutan penyaluran bansos itu disampaikan Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Neg­ara, Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Dalam acara tersebut, Jokowi juga minta penyaluran bansos diawasi ketat agar tepat sasaran.

“Bansos harus diteruskan dan juga dipantau, baik yang berupa bansos pangan, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) an­tisipasi dampak El Nino. Semuanya harus dipastikan tepat sasaran,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/1/2024).

Jokowi mengumumkan, ada 5 jenis bansos yang akan cair tahun 2024. Pertama, Bantuan Lang­sung Tunai (BLT) El Nino.

Bantuan ini akan diberikan kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM akan mendapatkan uang tunai senilai Rp 400.000.

Kedua, bansos beras 10 kilo­gram. Ketiga, bansos Program Keluarga Harapan (PKH), yang penerimanya terdiri dari balita, ibu hamil, siswa sekolah, lansia dan penyandang disabilitas. Besaran bansos yang diterima bervariasi, mulai dari Rp 600-900 ribu per tahap.

Keempat, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penerima BPNT merupakan keluarga yang memiliki kondisi ekonomi 25 persen terendah.

Walaupun namanya non tunai, masyarakat tetap menerima ban­sos dalam bentuk uang sebesar Rp 200.00 per bulan.

Ke lima, Program Indone­sia Pintar (PIP), bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendik­budristek). Besarnya bansos mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1.8 juta per siswa.

Alokasi PIP untuk tahun 2024 akan diberikan kepada 18,59 juta siswa SD, SMP, SMA, SMK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto mengatakan, Pemerintah berharap dengan dilanjutkan­nya pemberian bansos tahun ini, daya beli masyarakat akan terjaga, sehingga perekonomian tetap stabil dan tumbuh positif.

“Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena itu akan diperpanjang dan diperluas wilayahnya. Da­lam pelaksanaannya, kita telah terjun tim untuk mengecek kondisi di lapangan, sehingga penyalurannya tepat sasaran,” kata Airlangga di Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Dia mengatakan, bagi masyarakat yang mendapatkan bansos beras 10 kilogram bisa mengalokasikan dana membeli beras ke kebutuhan pokok lain, sehingga turut mendorong per­ekonomian nasional.

Mantan Menteri Perindustrian itu juga memastikan, beras yang disalurkan kepada masyarakat termasuk kategori baik, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Menurut dia, selain beras 10 kg, Pemerintah juga mem­berikan BLT sebesar Rp 200 ribu per bulan, dan sekaligus memberikan Rp 400 ribu untuk dua bulan.

Keberlanjutan bansos ini merupakan bentuk kehadiran Pemerintah dalam menjaga daya beli dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama bagi kelompok rentan.

“Bansos ini juga sudah kita terapkan saat penanganan pan­demi Covid-19 dan pemulihan ekonomi,” pungkasnya.

Kementerian Sosial (Kemen­sos) juga memastikan program bansos kembali dilanjutkan di tahun 2024. Hal itu sudah disepakati Pemerintah dan DPR pada Sidang Tahunan 16 Agus­tus 2023.

Pengamat sosial Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, ban­sos yang dilanjutkan penyaluran di tahun ini menjadi upaya Pe­merintah melindungi masyarakat kelompok bawah.

“Sudah pasti memberikan manfaat bagi perekonomian meski porsinya tidak besar. Setelah mendapat bansos, paling tidak masyarakat penerima manfaat menggunakan uang­nya untuk berbelanja, sehingga perekonomian akan berputar,” kata Rissalwan kepada Rakyat Merdeka, Jumat (12/1/2024).

Namun begitu, Dekan Fakul­tas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Azzahra, Jakarta itu melanjutkan, keber­lanjutan bansos di tahun ini tidak serta merta bakal membawa masyarakat kelompok bawah keluar dari jurang kemiskinan.

Pasalnya, manfaat yang didapat dari bansos tidak akan bisa ber­tahan lama. Misalnya, bansos be­ras, akan habis manfaatnya dalam satu bulan, kalau bansos uang bisa habis dalam hitungan hari.

Tapi yang pasti kata dia, ke­berlanjutan bansos ini tetap memberikan getaran positif ke perekonomian Indonesia pada 2024.https://popicedingin.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*