BPIP Ajak Generasi Milenial Mainkan Permainan Tradisional

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati membuka acara Istana Bermain: Cinta Permainan dan Olahraga Tradisional. (Foto: BPIP)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati membuka acara Istana Bermain: Cinta Permainan dan Olahraga Tradisional. (Foto: BPIP)

RM.id  Rakyat Merdeka – Dalam rangka memperingati Hari Ibu dan Hari Anak, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar acara bertajuk “Istana Bermain: Cinta Permainan dan Olahraga Tradisional”. 

Kegiatan tersebut turut mengundang 300 siswa/i dari tingkat SD dan SMP untuk mengenalkan kembali permainan tradisional yang sudah lama tidak dimainkan oleh anak generasi milenial.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, permainan tradisional merupakan permainan sebagai alat pengendalian nilai-nilai Pancasila yang membawa anak mendekati dimensi baru dalam luhur Pancasila dalam bermasyarakat.

“Ketika kita berbicara terkait pemenuhan hak anak, hak untuk mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan baik adalah tanggung jawab kita bersama, tidak menjadi tanggung jawab satu pihak tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, masyarakat, hingga media,” kata I Gusti Ayu, di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jumat (15/12).

I Gusti Ayu menambahkan, dengan memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pengendalian, diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan, menjadi pintu akses yang lebih ramah untuk memahami dan mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada berbagai kalangan masyarakat.

“Melalui permainan tradisional, tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, sportifitas, dan semangat gotong royong,” ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Kepala BPIP Rima Agristina mengungkapkan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki permainan tradisional terbanyak di dunia. Tercatat ada 2.600 permainan. Dengan diadakannya acara ini, Rima mengharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan memahami permainan tradisional Indonesia,  tidak hanya sebagai bentuk hiburan tetapi juga sebagai jendela untuk memahami nilai-nilai Pancasila.

“Dengan memahami dan mengenal budaya  melalui permainan tradisional, diharapkan dapat terjalin kebersamaan yang erat, sehingga setiap individu memiliki banyak teman dan memahami Indonesia dengan lebih baik,” ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Rima juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam meningkatkan penggunaan permainan tradisional dan olahraga tradisional sebagai sarana bermain, belajar, serta mempromosikan Indonesia. “Melalui keberagaman permainan tradisional kita, kita dapat memperkuat rasa kebanggaan terhadap Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Presidium PIMTI Komisioner ASN, Sri Hadiati Wara Kustriani menambahkan, acara ini diharapkan dapat mengingat kembali momen nostalgia waktu zaman dahulu yang lebih mementingkan permainan dibandingkan dengan gadget. Dia menjelaskan bahwa zaman dahulu tidak mengenal namanya handphone yang saat ini sudah banyak dimainkan oleh anak generasi milenial.

“Sekarang saya tidak pernah melihat permainan tradisional seperti pada waktu zaman kami masih bermain seperti ini, karena di zaman dulu nggak tau namanya hape, sehingga tahunya permainan tradisional seperti ini. Sangat bahagia ketika dari banyak permainan ada yang sudah digabung dengan Panca Main, sehingga sekali main digabung 5 permainan,” ucapny. 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Adhianti, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ‘Istana Bermain’  merupakan langkah dan strategi sebagai rekomendasi bagi pemangku kepentingan dalam langkah aktualisasi ekonomi Pancasila termasuk peningkatan UMKM yang memproduksi permainan tradisional.

“Hal ini dapat dimaknai dengan aktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui pelestarian budaya Indonesia dengan memperkenalkan permainan dan olahraga tradisional se-Indonesia,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam kegiatan tersebut, BPIP bersama KPOTI telah menciptakan 5 permainan tradisional dalam satu alat permainan yang dikenal dengan Panca Main Indonesia. Panca Main Indonesia memuat materi penguatan karakter dan nilai-nilai Pancasila.

Permainan ini terdiri dari papancakan, catur Teuku Umar, panca gasing, balap jajar, dan bola lima. Panca Main Indonesia diharapkan dapat menjadi alat pembelajaran Pancasila, pendidikan karakter, objek pelestarian budaya, serta sarana pemberdayaan koperasi dan UMKM.

Dalam hal ini sekaligus BPIP menyerahkan permainan Panca Main ke sekolah-sekolah yang hadir, dengan harapan dapat menghidupkan kembali permainan tradisional dan meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.https://popicedingin.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*